AC Milan membuka tahun baru dengan kemenangan krusial saat bertandang ke markas Cagliari. Gol tunggal Rafael Leao memastikan Rossoneri pulang dengan tiga poin berharga sekaligus merebut posisi puncak klasemen Serie A. Hasil ini memberi tekanan besar kepada para pesaing terdekat seperti Inter Milan dan SSC Napoli.

Pertandingan tersebut tidak berjalan mudah bagi Milan. Cagliari tampil berani di hadapan pendukungnya sendiri dan mampu merepotkan lini pertahanan tim tamu, terutama di babak pertama. Milan justru terlihat bermain di bawah standar pada 45 menit awal dan kesulitan mengembangkan permainan.
Meski begitu, kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Milan tetap memiliki mental juara. Dalam laga yang ketat dan minim peluang, efektivitas menjadi pembeda utama, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam persaingan panjang menuju gelar Serie A.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Babak Pertama yang Sulit dan Penuh Tekanan
Sejak peluit awal dibunyikan, Cagliari menunjukkan intensitas tinggi. Marco Palestra sempat melepaskan tembakan awal setelah menusuk pertahanan Milan, meski bola masih melenceng jauh dari gawang. Tuan rumah mencoba memanfaatkan kecepatan dan tekanan di sisi sayap.
Michel Adopo kemudian mencatatkan peluang tepat sasaran pertama melalui sundulan, namun tidak cukup kuat untuk menguji kiper Milan. Luca Mazzitelli juga mendapatkan kesempatan dari jarak dekat, tetapi tembakannya melebar dari tiang gawang. Rentetan peluang ini membuat Milan harus ekstra waspada.
Milan sempat merasa mendapatkan momentum ketika wasit menunjuk titik penalti menjelang akhir babak pertama. Namun, keputusan tersebut dianulir setelah VAR menunjukkan adanya posisi offside dalam proses serangan. Babak pertama pun berakhir tanpa gol dengan rasa frustrasi bagi kedua tim.
Baca Juga: MU Garap Dua Mutiara Muda: Amorim Bidik Eyong dan Yildiz!
Rafael Leao Kembali dan Langsung Menjadi Pembeda

Situasi berubah cepat di awal babak kedua. Lima menit setelah restart, Milan akhirnya memecah kebuntuan berkat aksi individu Rafael Leao. Umpan silang rendah Adrien Rabiot disambut dengan kontrol sempurna oleh Leao sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Elia Caprile.
Gol ini terasa spesial karena menandai kembalinya Leao setelah absen tiga pertandingan akibat cedera. Bagi penyerang asal Portugal tersebut, ini merupakan gol keenamnya dalam 10 penampilan Serie A melawan Cagliari, menjadikannya lawan favorit dalam kariernya di Italia.
Tak lama setelah mencetak gol, Leao ditarik keluar untuk menjaga kondisi fisiknya. Ia digantikan oleh Niclas Fullkrug, yang menjalani debut bersama Milan usai didatangkan dengan status pinjaman. Meski tidak mencetak gol, kehadirannya memberi dimensi baru di lini serang.
Rekor Positif dan Tantangan ke Depan
Fullkrug hampir mencatatkan assist di laga debutnya ketika umpannya disambut Christian Pulisic, namun tendangan keras pemain Amerika Serikat itu masih bisa ditepis kiper Cagliari. Milan tetap menekan, tetapi penyelesaian akhir belum maksimal.
Cagliari juga tidak menyerah hingga menit akhir. Elia Caprile tampil gemilang dengan menggagalkan tendangan bebas melengkung Luka Modric yang mengarah ke sudut bawah gawang. Berkat penyelamatan tersebut, skor tetap 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan menjadi 16 pertandingan liga. Selain merebut puncak klasemen, hasil ini juga mengakhiri catatan positif Cagliari di kandang. Dengan momentum yang terus terjaga, AC Milan kini semakin percaya diri menatap laga-laga penting berikutnya dalam perburuan gelar Serie A. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di goallintravel.com.
