Pelatih Wellington Phoenix, Giancarlo Italiano, resmi mengundurkan diri setelah timnya menelan kekalahan telak 5-0 dalam derbi Selandia Baru melawan Auckland FC. Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Italiano menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil buruk tersebut.

Italiano menyebut kekalahan besar ini tidak dapat diterima, apalagi di kandang sendiri saat musim masih dapat diperjuangkan. Ia merasa klub membutuhkan energi baru dan fokus segar untuk memulihkan performa tim. Keputusannya ini menandai berakhirnya kiprahnya selama tiga musim bersama Phoenix di A-League Men.
Keputusan pengunduran diri ini muncul tepat setelah derbi di mana Wellington tampil jauh di bawah standar. Italiano berharap langkahnya bisa membuka jalan bagi manajer baru yang mampu membawa tim kembali kompetitif dan bersemangat menghadapi sisa musim.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kesalahan Fatal Kiper Josh Oluwayemi
Derbi berakhir tragis bagi Phoenix setelah kiper utama mereka, Josh Oluwayemi, melakukan kesalahan fatal pada menit ke-24. Bola sapuan Jake Girdwood-Reich dari jarak sekitar 75 meter salah diprediksi oleh kiper, yang akhirnya masuk ke gawang sendiri. Kesalahan ini memicu keruntuhan tim, dengan Phoenix tertinggal 4-0 saat babak pertama usai.
Italiano menegaskan bahwa meskipun kesalahan itu dilakukan oleh pemain, tanggung jawab tetap ada padanya sebagai pelatih. Pada jeda babak pertama, Italiano menggantikan Oluwayemi dengan Alby Kelly-Heald untuk menenangkan permainan, namun kerusakan sudah terjadi.
Gol-gol tambahan dari Guillermo May dan Jesse Randall memperparah hasil, sementara kekalahan ini menjadi kekalahan keenam berturut-turut Wellington dari Auckland di era kepemimpinan Italiano. Kesalahan kiper ini menjadi sorotan media dan penggemar, memperkuat alasan pengunduran diri Italiano.
Baca Juga: Jose Mourinho dan Kontroversi Vinicius Junior: Kekalahan Benfica yang Sarat Tekanan Emosional
Dampak Kekalahan pada Klub

Kekalahan ini membuat posisi Wellington di klasemen A-League Men semakin tertekan, turun ke peringkat ke-10. Klub kini dihadapkan pada pencarian pelatih baru yang mampu membawa energi positif dan fokus strategis dalam sisa musim.
Sementara itu, lawan mereka, Sydney FC, berhasil memperkecil selisih poin dengan Newcastle, menunjukkan bagaimana kemenangan dan kekalahan besar dapat memengaruhi persaingan di puncak klasemen. Phoenix harus segera menata ulang strategi agar tidak semakin jauh tertinggal.
Italiano menekankan bahwa pengunduran dirinya adalah demi kepentingan klub. Ia berharap ke depan, pengganti yang datang bisa membawa tim lebih fokus, disiplin, dan bersemangat untuk menghadapi pertandingan derbi serta sisa musim dengan lebih baik.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Italiano menutup konferensi pers dengan mengatakan bahwa kini ia bisa menikmati tidur nyenyak setelah melepaskan tanggung jawabnya. Klub Wellington Phoenix pun harus segera bergerak mencari manajer baru yang dapat membalikkan performa tim.
Langkah pertama bagi pengganti Italiano adalah menyiapkan mental pemain, membangun kepercayaan diri, dan memperbaiki masalah di posisi kiper. Dengan energi baru dan strategi yang tepat, Phoenix diharapkan bisa kembali kompetitif di A-League Men, menghadapi Sydney FC dan tim-tim lain yang menjadi pesaing dalam klasemen.
Pengunduran diri Italiano menjadi pengingat keras bahwa kesalahan individual, terutama di momen penting seperti derby, dapat memiliki dampak besar pada tim dan posisi pelatih. Pengganti yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan tim di sisa musim. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di goallintravel.com.
